Publik dikejutkan oleh kemunculan sebuah akun misterius di aplikasi Snap Now yang mengunggah serangkaian foto CEO media ternama, Kafka, dalam situasi yang tampak diambil tanpa sepengetahuannya. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut menyebar luas dan memicu kekhawatiran di kalangan netizen.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan Kafka berada di berbagai lokasi sehari-hari, mulai dari sebuah kafe, pusat perbelanjaan, hingga sebuah ruangan yang diduga merupakan bagian dari salah satu kediamannya. Yang membuat publik semakin resah adalah sudut pengambilan gambar yang terasa tidak wajar. Beberapa terlihat seperti diambil diam-diam menggunakan ponsel dari kejauhan, sementara satu gambar lain disebut-sebut menyerupai rekaman CCTV dari dalam ruangan.
Akun yang pertama kali mengunggah foto tersebut diketahui merupakan akun baru tanpa identitas jelas. Tidak ada informasi profil, riwayat unggahan, maupun petunjuk mengenai siapa yang berada di baliknya. Motif di balik penyebaran foto-foto tersebut pun masih menjadi tanda tanya besar.
Tak lama setelah viral, akun tersebut dilaporkan telah ditakedown. Namun, foto-fotonya sudah terlanjur tersebar luas di berbagai platform lain, membuat upaya pengendalian menjadi jauh lebih sulit. Banyak pengguna media sosial mengaku merasa tidak nyaman, bahkan khawatir, melihat bagaimana seorang figur publik bisa dipantau sedemikian dekat dalam kehidupan pribadinya.
Sejumlah netizen berspekulasi bahwa foto-foto tersebut diambil oleh pihak yang memiliki akses langsung atau setidaknya memahami pola aktivitas Kafka. Ada pula yang menduga keterlibatan stalker atau paparazzi yang melampaui batas privasi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kafka terkait kejadian ini. Meski begitu, insiden ini kembali membuka diskusi yang lebih luas tentang batas antara ketertarikan publik dan pelanggaran privasi.